Tampilkan postingan dengan label TEKNIK RESERVOAR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TEKNIK RESERVOAR. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Februari 2010

TEORI DASAR PENENTUAN CADANGAN GAS DENGAN METODE MATERIAL BALANCE TIPE P/Z

1. Klasifikasi Reservoir Gas

Menurut fasenya, reservoir gas dibedakan secara garis besarnya menjadi tiga kategori, yaitu reservoir gas kondensat, reservoir gas kering (dry gas reservoir) dan reservoir gas basah, dimana klasifikasinya berdasarkan pada kondisi tekanan dan temperatur reservoir dalam hubungannya dengan letaknya didaerah dua fasa (gas atau liquid) didalam sistem diagram fasa tekanan dan temperatur.

1.1. Reservoir Gas Kondensat

Produksi dari reservoir jenis ini didominasi oleh gas dan sedikit liquid, berwarna bening, memiliki API gravity hingga 60° dan GOR berkisar antara 5 hingga 70 mscf/stb. Pada kondisi awal, seperti dalam diagram fasa terletak diantara titik kritik dan trikondenterm, fluida yang terbentuk adalah gas, penurunan tekanan pada temperatur reservoir, akan melewati garis dew point dan cairan terbentuk di reservoir dan sistem pemipaan dan separator.

Diagram fasanya seperti contoh Gambar 1.1. Pada titik 1, fluida reservoir hanya terdiri dari satu fasa, dengan turunnya tekanan selama proses produksi, terjadi kondensasi retrograde di dalam reservoir. Pada saat tekanan mencapai titik 2, yaitu titik embun (dew point), cairan mulai terbentuk, dengan turunnya tekanan dari titik 2 ke titik 3, jumlah cairan bertambah. Pada titik 3 ini merupakan titik dimana jumlah cairan mencapai maksimum, penurunan lebih lanjut menyebabkan cairan menguap, dan sekitar 25% mol fluida yang diproduksikan tetap dalam keadaan cair di permukaan.



Selengkapnya download di sini
Read More..

Sabtu, 12 September 2009

Sifat Fisik Fluida Reservoir (2)



Fluida reservoir yang terdapat dalam pori-pori batuan reservoir pada tekanan dan temperatur tertentu, secara alamiah merupakan campuran yang sangat kompleks dalam susunan atau komposisi kimianya. Sifat-sifat dari fluida hidrokarbon, menentukan laju aliran minyak atau gas dari reservoir menuju dasar sumur, mengontrol gerakan fluida dalam reservoir dan lain-lain.
Fluida reservoir minyak dapat berupa hidrokarbon dan air (air formasi). Hidrokarbon terbentuk di alam, dapat berupa gas, zat cair ataupun zat padat. Sedangkan air formasi merupakan air yang dijumpai bersama-sama dengan endapan minyak.

I. KOMPONEN HIDROKARBON

Komponen Hidrokarbon dapat terbentuk menjadi ikatan yang sangat rumit, dari Hidrokarbon ringan seperti gas sampai minyak berat. Bentuk dari senyawa hidrokarbon merupakan senyawa alamiah dimana dapat berupa gas, cair maupun padatan. Hidrokarbon adalah senyawa yang terdiri dari atom karbon dan hidrogen. Senyawa karbon dan hidrogen mempunyai banyak variasi yang terdiri dari hidrokarbon rantai terbuka, yang meliputi hidrokarbon jenuh dan tak jenuh serta hidrokarbon rantai tertutup (susunan cincin) meliputi hidrokarbon cylic alipahatic dan hidrokarbon aromatic. Keluarga hidrokarbon dikenal sebagai seri homolog, anggota dari seri homolog ini mempunyai struktur kimia dan sifat-sifat fisiknya dapat diketahui dari hubungan dengan anggota deret lain yang sifat fisiknya sudah diketahui. Sedangkan pembagian tingkat dari seri homolog tersebut didasarkan pada jumlah atom karbon pada struktur kimianya.


Selengkapnya download di sini


Read More..

Jumat, 11 September 2009

Sifat Fisik Batuan Reservoir


Syarat yang harus dipenuhi oleh suatu batuan reservoir adalah harus mempunyai kemampuan untuk menampung dan mengalirkan fluida yang terkandung di dalamnya. Dan hal ini dinyatakan dalam bentuk permeabilitas dan porositas. Porositas dan permeabilitas ini sangat erat hubungannya sehingga dapat dikatakan bahwa permeabilitas adalah tidak mungkin tanpa porositas walaupun sebaliknya belum tentu demikian, karena batuan yang bersifat porous belum tentu mempunyai sifat kelulusan terhadap fluida yang melewatinya. Sifat-sifat batuan yang lainnya adalah : wettabilitas, tekanan kapiler, saturasi dan kompresibilitas batuan.

I. POROSITAS

Porositas merupakan ukuran ruang-ruang kosong dalam suatu batuan. Secara definitif porositas merupakan perbandingan antara volume ruang yang terdapat dalam batuan yang berupa pori-pori terhadap volume batuan secara keseluruhan, biasanya dinyatakan dalam fraksi. Besar-kecilnya porositas suatu batuan akan menetukan kapasitas penyimpanan fluida reservoir. Secara matematis porositas dapat dinyatakan sebagai :


Selengkapnya download di sini
Read More..

Mekanisme Pendorong Reservoir

Hampir sebagian besar reservoir minyak bumi memiliki energi pendorong yang berlainan untuk memproduksikan suatu reservoir. Energi pendorong ini dapat diklasifikasikan menjadi empal bagian.

I. COMPACTION

Tenaga ini berasal dari beban overburden batuan di atas dan selalu berubah akibat diproduksikannya reservoir tersebut (Gambar 6).


II. GRAVITY

Gejala alam yang mempengaruhi fluida formasi yang menyebabkan terjadinya pemisahan akibat perbedaan berat jenis dari fluida reservoir (Gambar 7).


III. HYDROSTATIC PRESSURE

Jika air berada di bawah zone minyak pada suatu reservoir, dengan tekanan yang dimiliki oleh air ini akan membantu minyak bergerak ke atas. Jika minyak dieksploitasi tekanan direservoir akan dijaga (maintained) oleh gaya hidrostatik air yang masuk menggantikan minyak yang telah terproduksi. Energi ini dihasilkan oleh air (aquifer) yang berada pada kondisi bertekanan (Gambar 8).


Selengkapnya download di sini
Read More..

Kamis, 20 Agustus 2009

Metode Curve Decline

Metode untuk mengestimasi cadangan suatu reservoir dapat dikategorikan dalam dua bagian, yaitu; berdasarkan karakteristik reservoir dan berdasarkan prilaku produksi reservoir (reservoir production performance). Estimasi cadangan reservoir berdasarkan karakteristik reservoir misalnya dengan metode volumetrik, sedangkan estimasi cadangan reservoir berdasarkan prilaku produksi reservoir dengan menggunakan metode decline curve.

Estimasi cadangan dengan decline dapat dilakukan hanya dengan terlebih dahulu melakukan peramalan produksi sampai batas ekonomi limitnya. Peramalan produksi sampai batas ekonomi limitnya didasarkan hubungan antara laju alir untuk setiap waktu (qt vs t, Gambar 1) dan hubungan antara laju alir setiap waktu dengan kumulatif produksinya (qt vs Npt, Gambar 2).
Read More..

Jumat, 19 Juni 2009

Sifat Fisik Fluida Reservoir


Kelakuan sifat-sifat fisik fluida reservoir diperlukan untuk evaluasi kinerja reservoir. Sifat fisik fluida reservoir minyak dapat diperoleh dari pengolahan data hasil percobaan di laboratorium, atau apabila data tersebut tidak tersedia, dapat dilakukan penentuannya dengan metoda korelasi. Sifat-sifat fisik fluida reservoir minyak yang dimaksud antara lain :

TEKANAN GELEMBUNG/TEKANAN SATURASI (pb)

Tekanan gelembung didefinisikan sebagai tekanan di mana saat pertama kali terjadi gelembung gas ke luar dari fasa minyak. Penentuan tekanan gelembung dapat dilakukan dengan berbagai cara. Beberapa contoh metode yang digunakan antara lain :
a. Percobaan di laboratorium dengan menggunakan sampel dari lapangan dengan menggunakan metode Flash Liberation (gambar 1) atau Differential Liberation (gambar 2). Prinsip dari kedua metode diatas adalah dengan mengukur tekanan pada saat fluida mengeluarkan gelembung pertama kali pada saat tekanannya diturunkan.
b. Dengan menggunakan korelasi, misalnya korelasi Standing yang mempunyai persamaan:

Selengkapnya download di sini


atau yang lebih cepat di sini

via mediafire.com




Read More..

Kamis, 18 Juni 2009

Pengantar Teknologi Migas

Soal :

1. Analisa data geokimia berdasarkan table 1a Data Geokimia. Tentukan :
a. Kekayaan zat organik.
b. Asal zat organik
- Tipe Kerogen
- Jenis Hidrokarbon yang dihasilkan
c. Kematangan Batuan induk, diskusikan berdasarkan T maks, Ro,dan Pi.
2. Jelaskan tentang Geologi minyak mencakup geologi regional, batuan induk, batuan reservoir, jenis penangkapnya (trap) di Indonesia.
3. Jelaskan tentang preservasi zat organic hingga terbentuknya hidrokarbon.

Jawab :

1. ANALISA DATA GEOKIMIA
a. Kekayaan Zat Organik
Untuk mengetahui kekayaan zat atau material zat oragnik digunakan kurva hubungan antara TOC (Total organic carbon) dan kedalaman. Dari data Geokimia diatas didapatkan kurva sebagai berikut. (dilampirkan).
Dari grafik hubungan antara jumlah TOC dalam persen dan kedalaman dapat dilihat bahwa TOC turun relatif konstan dari kedalaman 1812 sampai dengan kedalaman 4000 meter.
Dalam menentukan kekayaan material organic yang menggunakan kadar TOC. Kadar TOC ini batas minimumnya terbagi dalam tiga kategori, yaitu :
1. 0,4 % sampai dengan 1,4 % (Ronov,1985)
2. 1,5 % (Scharayer dan Zarella, 1963)
3. 0,5 % (Welte, 1965)


Selengkapnya download di sini


Read More..