Sabtu, 30 Mei 2009

Well Completion

Well completion merupakan tahapan akhir dari proses pemboran sebuah sumur migas, setelah sumur tsb dinyatakan ekonomis dan layak produksi berdasarkan hasil-hasil logging, sampling dan well testing. Completion design dan technique merupakan dua hal yang berkaitan erat untuk menentukan jenis completion mana yang paling tepat berdasarkan karakteristik sebuah sumur migas, agar minyak dan atau gas bisa diproduksi secara optimum dengan cost minimum. Dalam menentukan completion design, biasanya drilling engineer akan bekerja sama dengan reservoir dan production engineer.

Jenis-jenis well completion adalah:

1. Open Hole Completion
Open Hole completion merupakan jenis well completion dimana pemasangan casing hanya diatas zona produktif sehingga formasi produktif dibiarkan tetap terbuka tanpa casing kebawahnya. Sehingga formasi produktif secara terbuka diproduksikan ke permukaan.

Keuntungan Open Hole Completion:
 Biaya murah dan sederahana
 Mudah bila ingin dilakukan Logging kembali
 Mudah untuk memperdalam sumur
 Tidak memerlukan biaya perforasi

Kerugian Open Hole Completion:
 Biaya perawatan mahal (perlu sand clean-up rutin)
 Sukar melakukan stimulasi pada zona yang berproduksi
 Tidak dapat melakukan seleksi zona produksi
 Batuan pada formasi harus Consolidated

Source: www.oil-gas.state.co.us

2. Cased Hole Completion

Cased Hole Completion merupakan jenis completion yang menggunakan casing secara keseluruhan hingga menutupi zona formasi produktif lalu dilakukan perforasi untuk memproduksikannya.

Keuntungan Cased Hole Completion:

 Bisa melakukan multiple completion
 Zona produktif antar lapisan tidak saling berkomunikasi sehingga memudahkan perhitungan flowrate tiap lapisan
 Lebih teliti dalam penentuan kedalaman subsurface equipment. Karena wireline logging dilakukan sebelum produksi.
 Sangat baik untuk diterapkan pada formasi produktif sandstone.


Selengkapnya download di sini!!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar